Pengambilan Keputusan

Berikut ini saya akan membahas tentang pemahaman dalam mengambil keputusan dalam kehidupan kita sehari-hari. Selamat Menikmati😆

Kehidupan sehari-hari kita sebenarnya adalah kehidupan yang selalu dihadapkan dengan keputusan. Keputusan merupakan kesimpulan terbaik yang diperoleh setelah mengevaluasi berbagai alternatif. Di dalam arti tersebut, terkandung unsur situasi dasar, peluang munculnya situasi dasar, dan aktifitas pencapaian keputusan. Lantas pertanyaannya, apakah setelah evaluasi alternatif serta merta begitu saja hadir keputusan? Iya, secara rasional kesimpulan tersirat dalam premis-premis sehingga hanya kepentingan perumusan saja. Walaupun berbagai literatur yang memandang keputusan sebagai proses menampilkan tersurat kata keputusan di dalam modelnya. Sesungguhnya itu pekerjaan pikiran yang tidak tersurat. Ini berarti, pemunculan kata keputusan sebatas agar tidak tampak renggang antara aktifitas evaluasi alternatif dengan tindakan realisasi keputusan.

Pengambilan keputusan dapat dianggap sebagai suatu hasil atau keluaran dari proses mental atau kognitif yang membawa pada pemilihan suatu jalur tindakan di antara beberapa alternatif yang tersedia. Setiap proses pengambilan keputusan selalu menghasilkan satu pilihan final. Keluarannya bisa berupa suatu tindakan (aksi) atau suatu opini terhadap pilihan.

Dalam pengambilan keputusan ada yang harus kalian perhatikan, yaitu tahap-tahap dalam pengambilan keputusan. Ada 5 tahap dasar dari pengambilan keputusan, yaitu:

  1. Mengemukakan gagasan/usulan di dalam badan pembuat keputusan
  2. Secara formal mengajukan usulan di dalam proses pembuatan keputusan
  3. Mempertimbangkan
  4. Disetujui atau ditolak
  5. Maju ke tahap berikutnya, mengimplementasikan, atau kembali ke tahap sebelumnya.

Ada juga loh cara-cara sederhana dalam pengambilan keputusan, berikut ini cara pengambilan keputusan sederhana akan saya bahas. lumayan banyak nih😆

Suit Lokal, Suit lokal adalah suatu teknik penyelesaian masalah antara dua orang dengan cara mengadu tebakan jari di mana salah satu dari mereka akan menang, bisa juga kalah atau seri. Suit bisa dimulai dengan aba-aba atau langsung tanpa ada aba-aba. Dalam suit lokal, jari yang dipakai adalah jari jempol, jari telunjuk dan jari kelingking. Jari jempol itu sebagai gajah, jari telunjuk sebagai orang atau manusia, dan kalau jari kelingking itu sebagai semut. Sistem menang kalahnya adalah gajah menang melawan orang, orang menang melawan semut dan semut menang melawan gajah. Dua tebakan suit yang sama dianggap seri atau draw.

Suit Jepang dan Amerika / Internasional, Secara umum tehnik permainan suit lokal dengan internasional tidak jauh berbeda cara pelaksanaannya. Yang berbeda hanya pada jari tebakan yang diganti dengan bentuk-bentuk jemari yang disesuaikan dan dibentuk menyerupai ibaratnya. Di sistem ini jari diganti dengan bentuk jari-jari yang menyerupai kertas, batu dan gunting. Kertas menang melawan batu, batu menang melawan gunting dan gunting menang melawan kertas. Dua tebakan yang sama dianggap seri.

Metode Gambreng, Gambreng adalah metode penyelesaian masalah untuk menentukan satu atau beberapa orang dari tiga atau lebih dari tiga orang yang mau dicari pemenang atau yang kalah tergantung kesepakatan. contohnya ada tiga orang gambreng dengan syarat telapak tangan yg atas dan bawah, bagian atas hitam, bagian bawah putih.

Metode Lidi, Dengan Cara ini dapat dipilih beberapa pihak dari banyak pihak dengan masing-masing pihak memilih lidi-lidi yang berada di tangan seorang pihak yang jujur. Satu atau beberapa lidi diberi tanda atau dipatahkan sedikit sehingga menjadi berbeda dari lidi-lidi normal yang lain. Orang yang memegang lidi yang akan diambil masing-masing pihak memegang lidi dengan semua bagian atas yang nampak tampak sama dan serupa namun di bagian bawah yang tertutup telapak tangan ada satu atau lebih lidi yang ditandai. Si pemegang lidi mendapat lidi yang terakhir setelah semua pihak mengambil jatah 1 lidinya. Pihak yang mendapat lidi bertanda akan keluar sebagai yang terpilih baik untuk kalah maupun menang sesuai kesepakatan awal.

Cara Kartu, Kartu yang biasa dipakai adalah kartu remi dengan masing-masing orang memilih kartu yang menghadap ke belakang dan telah dikocok atau terkocok dengan benar. Orang yang mendapatkan kartu yang tertinggi keluar sebagai pemenangnya.

Cara Dadu 6 (enam) Sisi, Mirip dengan tehnik kartu, tehnik ini menggunakan dadu di mana yang menjadi pemenang adalah yang mendapat angka dadu tertinggi. Setiap orang melempar dadu bergantian. orang-orang yang mendapat nilai dadu yang sama dan sama-sama tertinggi dibanding orang lain, dilakukan tanding ulang.

Teknik Voting, Voting adalah memilih pemenang dari kandidat-kandidat yang ada oleh orang-orang yang memiliki hak ikut serta dalam voting. Yang memiliki hak suara voting memilih kandidat yang dijagokan, dan hasilnya dihitung. Kandidat yang mendapat suara voting tertinggi dialah yang layak manjadi pemenangnya. Contoh : pemilu, pilkada, memilih ketua kelas, dll.

Cara Undian, Seperti yang kita tahu, undian mirip dengan arisan ibu-ibu dengan mengocok nama-nama kandidat dan nama yang dikeluar setelah di dikocok adalah pemenangnya. Contoh : arisan, undian kartu pos, dan lain-lain.

Nah, dari penjelasan diatas dapat saya simpulkan sedikit bahwa pengambilan keputusan adalah suatu tindakan yang sengaja, tidak secara kebetulan dan tidak boleh sembarangan dalam rangka memecahkan masalah yang kita hadapi. dan banyak sebenarnya informasi yang dilakukan mempengaruhi kecepatan dan kerumitan pengambilan keputusan. Untuk membeli sebuah buku tulis tidak sama kecepatan dan kerumitan pengambilan keputusannya dengan membeli pesawat terbang pribadi.😆

About dwizeru
Manusia diciptakan untuk saling mengisi, Perbedaan itu indah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s