Beberapa Istilah Populer Dalam Teknologi Informasi

Dalam ruang lingkup IT (Informasi Teknologi) selalu terdapat kata – kata dan istilah yang lazim dan umum digunakan. Saya akan memberikan paparan tentang 5 kata yang biasa digunakan dalam istilah IT. Mungkin kata – kata tersebut sudah umum dan sangat mendasar, sehingga apabila orang awam mendengarnya pun sudah tahu itu apa. Tapi agar lebih jelas, tidak ada salahnya saya paparkan kembali di blog saya ini.

1. Download

arti kata : Unduh, transfer data dari komputer server ke komputer client, transfer data di komputer.

Dalam teknologi informasi adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan proses pemindahan data elektronik antara dua komputer atau sistem serupa lainnya.

Mengunduh atau mendownload (dalam bahasa Inggris) adalah proses menerima data (umumnya berbentuk berkas) dari sebuah sistem seperti server web, FTP server, server mail atau sistem serupa lainnya. Unduh juga merupakan kegiatan dimana seseorang dapat memperoleh file-file tertentu yang ada di internet. File yg dapat diunduh bermacam-macam. Ada yang berupa file video, mp3, document, dan lain-lain.

Kegiatan kita ketika sedang menggunakan internet tak luput dari kegiatan download. Bisa berupa kegiatan unduh yang sengaja kita lakukan (mengunduh file video,mp3 atau document lain) dan ada kegiatan download yang tidak kita sadari yang dilakukan automatis oleh komputer(auto update antivirus, request permission dan update message dari situs jejaring sosial). Jadi, kegiatan kita selama beraktifitas menggunakan internet tidak luput dari yang namanya download. Bahkan ada kawan saya di kampus yang selalu mendownload apapun ketika dia sedang menggunakan internet. Sudah menjadi kebiasaan.

2. Bandwidth

arti kata : Jumlah Informasi, Sejumlah data, Lebar Pita.

Dalam teknologi komunikasi adalah perbedaan antara frekuensi terendah dan frekuensi tertinggi dalam rentang tertentu. Sebagai contoh, line telepon memiliki bandwidth 3000Hz (Hertz), yang merupakan rentang antara frekuensi tertinggi (3300Hz) dan frekuensi terendah (300Hz) yang dapat dilewati oleh line telepon ini.

Bandwidth adalah luas atau lebar cakupan frekuensi yang digunakan oleh sinyal dalam medium transmisi. Dalam hal ini, Bandwidth dapat diartikan sebagai perbedaan antara komponen sinyal frekuensi tinggi dan sinyal frekuensi rendah.

Frekuensi sinyal diukur dalam satuan Hertz. Sinyal suara tipikal mempunyai Bandwidth sekitar 3 kHz, analog TV broadcast (TV) mempunyai Bandwidth sekitar 6 MHz. Bandwidth diartikan juga sebagai takaran jarak frekuensi. Dalam bahasa mudahnya, adalah sebuah takaran lalu lintas data yang masuk dan yang keluar.

Dalam dunia hosting, kita di berikan jatah Bandwidth setiap bulan tergantung seberapa dalam kita merogoh kocek. Habisnya Bandwidth ditentukan seberapa banyak kita mengupload atau mendownload. Makin banyak anda melakukan aktivitas upload, ditambah makin banyaknya pengunjung yang mengakses, maka makin berkurang jatah Bandwidth yang diberikan.

Misalkan, anda punya sebuah akun di telkom flash dan mereka memberi jatah Bandwidth sebesar 1,5 Giga dalam sebulan. Dan sudah sejak bulan Desember rasanya jatah Bandwidth yang diberikan kurang. Pada bulan Desember, jatah Bandwidth habis sehari sebelum tahun baru. Dan berturut-turut bulan Januari, Februari, Maret dan April habis dalam 3 minggu. Otomatis, dalam seminggu terakhir internet tidak bisa diakses untuk mendownlad lagi dan kegiatan beraktifitas di dunia maya pun menjadi terbatas. Oleh karena itu ada baiknya apabila anda pengguna jasa layanan internet yang terbatas (limited) seperti itu, ada baiknya memberikan jadwal berinternet ria agar alokasi bandwidth tepat guna. Apabila alokasi bandwidth habis dan anda harus menggunakan internet untuk mencari tugas atau mencari file penting, hal tersebut menjadi fatal dan ujung – ujungya anda harus ke warnet atau mencari area hotspot Wi-Fi.

3. Wi-Fi

arti kata : Tanpa kawat / kabel, Nirkabel, Wireless Fidelity

Wi-Fi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, yang memiliki pengertian sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks – WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. standar terbaru dari spesifikasi 802.11. a atau b, seperti 802.16 g, saat ini sedang dalam tahap pemutakhiran. Spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya (Bit Rate).

Secara teknis operasional, Wi-Fi merupakan salah satu varian teknologi komunikasi dan informasi yang bekerja pada jaringan dan perangkat WLAN (wireless local area network). Dengan kata lain, Wi-Fi adalah sertifikasi merek dagang yang diberikan pabrikan kepada perangkat telekomunikasi (internet) yang bekerja di jaringan WLAN dan sudah memenuhi kualitas kapasitas interoperasi yang dipersyaratkan.

Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk penggunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinan seseorang dengan komputer dengan kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet dengan menggunakan titik akses (atau dikenal dengan hotspot) terdekat.

Di Indonesia sendiri, penggunaan Internet berbasis Wi-Fi sudah mulai menggejala di beberapa kota besar. Di Jakarta, misalnya, para maniak Internet yang sedang browsing sambil menunggu pesawat take off di ruang tunggu bandara, sudah bukan merupakan hal yang asing. Fenomena yang sama terlihat diberbagai kafe –seperti Kafe Starbucks dan La Moda Cafe di Plaza Indonesia, Coffee Club Senayan, dan Kafe Coffee Bean di Cilandak Town Square, dimana pengunjung dapat membuka Internet untuk melihat berita politik atau gosip artis terbaru sembari menyeruput cappucino panas.

Berdasarkan paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa bisnis dan kuantitas pengguna teknologi Wi-Fi cenderung meningkat, dan secara ekonomis hal itu berimplikasi positif bagi perekonomian nasional suatu negara, termasuk Indonesia. Meskipun demikian, pemerintah seyogyanya menyikapi fenomena tersebut secara bijak dan hati-hati. Pasalnya, secara teknologis jalur frekuensi baik 2,4 GHz maupun 5 GHz yang menjadi wadah operasional teknologi Wi-Fi tidak bebas dari keterbatasan.

Keterbatasan dari kedua jalur frekuensi nirkabel ini (khususnya 2,4 GHz) adalah karena juga digunakan untuk keperluan ISM (industrial, science and medical). Menyadari keterbatasan dan dampak yang mungkin timbul dari penggunaan kedua jalur frekuensi nirkabel tersebut, berbagai negara lalu menetapkan regulasi yang membatasi daya pancar perangkat yang digunakan. Termasuk Indonesia sendiri.

4. Hacking

arti kata : melukai seseorang dengan kasar, memarang, memakuk, peretas.

Hacker atau peretas dalah orang yang mempelajari, menganalisa, dan selanjutnya bila menginginkan, bisa membuat, memodifikasi, atau bahkan mengeksploitasi sistem yang terdapat di sebuah perangkat seperti perangkat lunak komputer dan perangkat keras komputer seperti program komputer, administrasi dan hal-hal lainnya, terutama keamanan.

Dalam penggunaan umum, hacker adalah seseorang yang menerobos masuk ke dalam komputer, biasanya dengan memperoleh akses kontrol administratif. Beberapa berpendapat bahwa hacker, digambarkan sebagai orang yang menerobos masuk ke dalam komputer dengan cara menerobos sistem keamanannya. Di dunia ini keberadaan komunitas hacker tidak dapat dipungkiri lagi.

Komunitas hacker ini adalah komunitas orang yang memiliki minat besar dalam pemrograman komputer, sering menciptakan perangkat lunak open source.

Dewasa ini, orang-orang menyebut hacker yang melakukan tindak kriminal sebagai “cracker”. Jadi, belum tentu seorang hacker itu jahat. Ada pula hacker yang membobol suatu situs untuk mengetahui kelemahan keamanan dari situs tersebut dan kemudian kelemahan yang diketahui ini digunakan untuk memperbaiki keamanan situs tersebut.

Terminologi peretas muncul pada awal tahun 1960-an diantara para anggota organisasi mahasiswa Tech Model Railroad Club di Laboratorium Kecerdasan Artifisial Massachusetts Institute of Technology (MIT). Kelompok mahasiswa tersebut merupakan salah satu perintis perkembangan teknologi komputer dan mereka berkutat dengan sejumlah komputer mainframe. Kata bahasa Inggris “hacker” pertama kalinya muncul dengan arti positif untuk menyebut seorang anggota yang memiliki keahlian dalam bidang komputer dan mampu membuat program komputer yang lebih baik daripada yang telah dirancang bersama.

Kemudian pada tahun 1983, istilah hacker mulai berkonotasi negatif. Pasalnya, pada tahun tersebut untuk pertama kalinya FBI menangkap kelompok kriminal komputer The 414’s yang berbasis di Milwaukee, Amerika Serikat. 414 merupakan kode area lokal mereka. Kelompok yang kemudian disebut hacker tersebut dinyatakan bersalah atas pembobolan 60 buah komputer, dari komputer milik Pusat Kanker Memorial Sloan-Kettering hingga komputer milik Laboratorium Nasional Los Alamos. Satu dari pelaku tersebut mendapatkan kekebalan karena testimonialnya, sedangkan 5 pelaku lainnya mendapatkan hukuman masa percobaan.

Kemudian pada perkembangan selanjutnya muncul kelompok lain yang menyebut-nyebut diri sebagai peretas, padahal bukan. Mereka ini (terutama para pria dewasa) yang mendapat kepuasan lewat membobol komputer dan mengakali telepon (phreaking). Peretas sejati menyebut orang-orang ini cracker dan tidak suka bergaul dengan mereka. Peretas sejati memandang cracker sebagai orang malas, tidak bertanggung jawab, dan tidak terlalu cerdas. Peretas sejati tidak setuju jika dikatakan bahwa dengan menerobos keamanan seseorang telah menjadi peretas.

Para peretas mengadakan pertemuan tahunan, yaitu setiap pertengahan bulan Juli di Las Vegas. Ajang pertemuan peretas terbesar di dunia tersebut dinamakan Def Con. Acara Def Con tersebut lebih kepada ajang pertukaran informasi dan teknologi yang berkaitan dengan aktivitas peretasan.

Peretas memiliki konotasi negatif karena kesalahpahaman masyarakat akan perbedaan istilah tentang hacker dan cracker. Banyak orang memahami bahwa peretaslah yang mengakibatkan kerugian pihak tertentu seperti mengubah tampilan suatu situs web (defacing), menyisipkan kode-kode virus, dan lain-lain, padahal mereka adalah cracker. Cracker-lah menggunakan celah-celah keamanan yang belum diperbaiki oleh pembuat perangkat lunak (bug) untuk menyusup dan merusak suatu sistem. Atas alasan ini biasanya para peretas dipahami dibagi menjadi dua golongan: White Hat Hackers, yakni hacker yang sebenarnya dan cracker yang sering disebut dengan istilah Black Hat Hackers.

Jadi, jangan salah menggunakan istilah hacker untuk cracker. Hacker belum tentu menjadi orang yang jahat dan cracker sudah tentu divonis sebahai orang yang berkepribadian jahat.

5. Ping

arti kata : Packet Internet Gopher

Program komputer yang dipakai di dalam jaringan komputer untuk mengecek apakah komputer yang dituju terhubung dengan jaringan atau tidak. Sebenarnya dewasa ini bukan hanya komputer yang bisa memakai fungsi ini, tetapi alat elektronik lain seperti smartphone juga bisa menggunakan fungsi ini untuk mengetahui apakah “lawan bicaranya” terhubung atau tidak.

Ping (kadangkala disebut sebagai singkatan dari Packet Internet Gopher) adalah sebuah program utilitas yang dapat digunakan untuk memeriksa konektivitas jaringan berbasis teknologi Transmission Control Protocol / Internet Protocol (TCP/IP).
Dengan menggunakan utilitas ini, dapat diuji apakah sebuah komputer terhubung dengan komputer lainnya. Hal ini dilakukan dengan mengirim sebuah paket kepada alamat IP yang hendak diujicoba konektivitasnya dan menunggu respon darinya.

Sejarahnya, Mike Muuss menulis program ini pada bulan Desember 1983, sebagai sarana untuk mencari sumber masalah dalam jaringan. Menurutnya, nama “ping” berasal dari suara echo (sonar) sebuah kapal selam yang bila sang operator mengirimkan gelombang-gelombang (pulse) suara ke arah sebuah sasaran maka suara tersebut akan memantul dan diterima kembali ketika telah mengenai sasaran dalam jangka waktu tertentu.

Utilitas dan kegunaan ping akan menunjukkan hasil yang positif jika dua buah komputer atau perangkat elektronik saling terhubung di dalam sebuah jaringan. Hasil berupa statistik keadaan koneksi kemudian ditampilkan di bagian akhir. Kualitas koneksi dapat dilihat dari besarnya waktu pergi-pulang (roundtrip) dan besarnya jumlah paket yang hilang (packet loss). Semakin kecil kedua angka tersebut, semakin bagus kualitas koneksinya.

Hal tersebut sekarang ini sudah diaplikasikan pada smart phone dan perangkat elektronik yang canggih.

😀 Dikutip dari berbagai sumber.

Sumber Gambar : klik

About dwizeru
Manusia diciptakan untuk saling mengisi, Perbedaan itu indah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s